Selasa, 05 Mei 2009

hari bumi

22 MEI, HARI BUMI

Meskipun agak terlambat posting, karena keterbatasan waktu, tetapi saya tetap ingin menyampaikan apa yang menjadi uneg- uneg saya. Beberapa minggu yang lalu kita memperingati hari bumi. Mengapa harus diperingati hal semacam itu,ini kembali kepada keadaan kita sekarang, terlebih mengingat di abad 21 ini perkembangan teknologi dan transportasi semakin meningkat pesat. Peningkatan itu kemudian berefek kepada hal lain yang saling berkaitan. Contohnya, semakin hari, jumlah penduduk dunia semakin bertambah, ini berarti mereka perlu membuka lahan baru untuk membuat tempat tinggal. Daerah yang dulu hijau kini telah berganti menjadi bangunan beton yang kokoh. Bahkan air tak dapat meresap ke dalam tanah. Factor lainnya, setelah manusia membuka lahan baru. Otomatis mereka memerlukan alat transportasi untuk melakukan perpindahan. Nah disinilah mulai masalahnya. Kemarin pada saat harga BBM naik, banyak pengusaha kendaraan yang produknya ( stok) masih banyak, untuk mengatasinya mereka menurunkan harga, imbasnya banyak konsumen yang tergiur, padahal BBM atau minyak merupakan SDA yang tidak bias diperbarui. Masyarakat seakan – akan berlomba untuk mempunyai kendaraan bermotor. Ini sangat memperihatinkan, karena masyarakat menjadi ketergantungan akan mesin pemakan minyak bumi ini. Kemudian dengan meningkatnya jumlah kendaraan otomatis jalanan menjadi sesak. Sering terjadi kemacetan. Nah disini juga yang menjadi permasalahan. Saat macet, orang sering lupa bahwa kemacetan tersebut merupakan penyebab utama polusi udara termasu rusaknya ozon yang menyebabkan pemanasan global. Kenapa bisa begitu..? karena kemacetan menyebabkan arus mobil terhambat, dengan keadaan mesin hidup. Otomatis BBM terbuang sia- sia. Ini menyebabkan gas CO dikeluarkan secara terus- menerus.

Oleh karena itu kembali ke pokok penulisan, ini menjadi PR pemerintah untuk memperbaiki system transportasi kita. Kemudian bagi kita pengguna kendaraan bermotor. Gunakanlah itu jika memang diperlukan, kalau hanya 1-2 km pakailah sepeda, lebih hemat dan menyehatkan. Kemudian jika terpaksanya menggunakan kendaraan, jika terkena lampu merah yang lumayan lama, matikanlah mesin, walaupun hanya 90 detik tetapi itu cukup membantu. Kapan lagi kita akan menyelamatkan bumi ini, jika kita tidak memulainya dari diri sendiri.